Jago Lagu
Jago Lagu

Terbaru, Cara Ersa Mayori Ajarkan Anaknya untuk Melek Investasi, Sadar Keuangan Sejak Dini

Terbaru, Cara Ersa Mayori Ajarkan Anaknya untuk Melek Investasi, Sadar Keuangan Sejak Dini

Terbaru, Cara Ersa Mayori Ajarkan Anaknya untuk Melek Investasi, Sadar Keuangan Sejak Dini (Fimela)

CIWI.MY.ID - Di era globalisasi ini, investasi bukan lagi hal yang asing terdengar di telinga kita. Singkatnya, investasi merupakan kegiatan tanam modal kepada suatu perusahaan atau aset dengan tujuan menerima manfaatnya di kemudian hari. 

Sama halnya dengan menabung, berinvestasi juga memungkinkan setiap orang memperoleh manfaatnya setelah beberapa waktu tertentu. Saat ini, banyak generasi muda yang akhirnya mulai sadar akan pentingnya perencanaan finansial dengan menjalani investasi melalui banyak aplikasi investasi yang tersedia secara online. 

TERKAIT: Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda, PermataBank Hadirkan Campus Ambassador

Cara Ersa Mayori Ajarkan Anaknya untuk Melek Investasi, Sadar Keuangan Sejak Dini


TERKAIT: 7 Tips Investasi Buat Kamu dengan Gaji UMR

TERKAIT: Tips Memilih Asuransi yang Tepat untuk Fungsi Proteksi dan Investasi Bagi Kaum Milenial


Kalangan muda saat ini sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, memiliki gaya hidup dinamis dan modern, serta cenderung mencari simplicity dalam produk atau layanan tertentu. Dalam hal ini, para kaum muda juga telah mengutamakan keuangan dalam prinsip hidup mereka.

“Sekitar 13 tahun yang lalu, waktu aku hamil anak kedua, anakku yang pertama usianya sudah menginjak 4 tahun. Jadi aku udah ngerasain, tuh, yang namanya nyari sekolah dan bayar uang sekolah untuk anakku yang pertama. Di situlah aku baru sadar, ternyata perencanaan dana pendidikan itu penting banget,” ungkapnya dalam press conference tersebut, Selasa (14/9). 

Ketika ia akhirnya sadar tentang pentingnya merencanakan keuangan, akhirnya ia memutuskan untuk bertemu seorang financial planner. Setelah pertemuannya dengan financial planner tersebut, akhirnya membuat dirinya melek soal investasi karena ada banyak hal yang harus direncanakan, sesuai dana darurat, dana kesehatan, dan dana lainnya yang harus dipersiapkan secara jangka panjang. 


Dibiasakan mulai dari tradisi ‘salam tempel’ ketika hari raya Idul Fitri, ia menekankan pada anak-anaknya bahwa uang yang diterima dari salam tempel tersebut harus ditabung di bank agar uangnya tidak hilang. 


“Dulu waktu mereka masih kecil, biasanya mereka dapat uang dari salam tempel, kan, jadi setelah uangnya dikumpulkan sama mereka, pasti mereka pegang-pegang terus, tuh. Nah, suatu saat akhirnya aku coba ajak mereka ke Bank agar uang mereka dapat ditabung di rekening. But turns out, mereka nangis jerit-jerit karena uangnya hilang,” jelas Ersa. 


Ersa menjelaskan bahwa saat itu dia memang salah karena belum memberikan pengertian menabung di bank kepada anak-anaknya, sehingga setelah uang tersebut disetor ke bank, ia baru memberikan penjelasan sederhana terkait menabung dan investasi kepada anak-anak. 

“Mungkin kalau anak zaman dulu nggak pernah dilibatkan soal keuangan sama orangtuanya, sekarang zaman sudah berbeda, jadi usahakan anak-anak selalu terlibat soal investasi. Mulai saja dari cara sederhana, yakni menabung,” ungkapnya. 

Namun, orangtua perlu mengajari konsep investasi dan menabung ini sesuai dengan umur mereka sehingga anak dapat paham konsep tersebut dengan contoh-contoh konkret sederhana, atau bahkan dengan dongeng atau cerita fiksi yang mengangkat tema tentang investasi. 


HSBC Premier 2.0 menawarkan e-book berjudul “Fairer Tale" yang berisi tentang dongeng anak yang dibalut tentang kisah investasi, sehingga hal inilah yang merupakan cara tepat untuk mengajarkan anak melek investasi secara tidak langsung.

Ersa mengungkapkan bahwa setiap anak harus diberi edukasi soal keuangan dan investasi sedini mungkin. Semakin dini anak mengerti konsep investasi dan menabung, maka seiring berjalannya waktu, mereka akan sadar bahwa berinvestasi sangat bermanfaat bagi kehidupannya sekarang dan di masa yang akan datang.


“Pesanku untuk orangtua di luar sana, ajarkan anak soal konsep menabung sesuai dengan umurnya, dan libatkan anak untuk tahu soal perencanaan keuangan agar mereka dapat siap dan mandiri secara finansial ketika beranjak dewasa nanti,” tutup Ersa. 


Penulis: Chrisstella Efivania#ElevateWomen

(FIM)

Total dibaca: 36x | Berikan Komentar!


Oleh: Redo Prakoso
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Topik Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

GOSIP HANGAT!

Update Terbaru, Most Pop: Penampilan Baru Pemeran Ronaldowati yang Manglingi, Bak Orang Korea