Jago Lagu
Jago Lagu

Info Terkini, Ayah Ayu Ting Ting Diduga Body Shaming Nagita Slavina, Apa Itu Body Shaming?

Info Terkini, Ayah Ayu Ting Ting Diduga Body Shaming Nagita Slavina, Apa Itu Body Shaming?

Info Terkini, Ayah Ayu Ting Ting Diduga Body Shaming Nagita Slavina, Apa Itu Body Shaming? (Detik)

CIWI.MY.ID - Beberapa waktu lalu heboh kabar mengenai ayah Ayu Ting Ting yang dinilai menjalani body shaming kepada Nagita Slavina.

Tudingan tersebut bermula dari Abdul Rozak yang mengomentari anaknya yang dituding tukang plagiat.

Merasa kesal, Abdul Rozak pun terlihat membela Ayu Ting Ting.

Ayah Ayu Ting Ting Diduga Body Shaming Nagita Slavina, Apa Itu Body Shaming?


Abdul Rozak menyebut bahwa gaya fashion Korea anaknya memang sudah sedari dulu.

Dirinya pun mengomentari bentuk tubuh anaknya yang dianggap menarik.


Hal itu yang membuat banyak pihak menuding ayah Ayu Ting Ting itu telah menjalani body shaming."Ayu mah nggak pernah plagiat sama orang.

Dia mah dari dulu jadi artis Korea style.

Kita lihat dulu keadaan badannya.


Cocok nggak yang diplagiatin sama anak saya? Bener-bener cantik, badan juga menarik.


Siapa dulu yang diplagiatin.


Ngaca dulu kali yah," terang Abdul Rozak dalam sebuah tayangan YouTube Indosiar.

Pernyataan dari Abdul Rozak itu yang kemudian membuatnya jadi banjir kritikan.

Tak sedikit netizen yang merasa kesal lantaran ayah 2 anak itu turut mengomentari dan membekali-bawa fisik atau bentuk tubuh seseorang.Sebenarnya Body Shaming Itu Apa Sih?Seperti dikutip dari Mind Shift Psychological Services, body shaming dapat digambarkan sebagai tindakan mengejek atau mempermalukan seseorang karena penampilan fisiknya.


Seperti, karena bentuk, ukuran, warna kulit, warna rambut, dan penampilan umumnya.

Body shaming sendiri dapat terjadi pada siapa saja, baik yang bertubuh gemuk juga kurus.

Hal itu terjadi karena standar kecantikan yang berada di masyarakat.


Misalnya, wanita langsing dianggap lebih menarik daripada yang gemuk.

Body shaming sendiri dapat dianggap sebagai salah satu bentuk intimidasi.

Tak hanya menghina orang yang kelebihan berat badan, melainkan juga yang kekurangan berat badan.

Bahkan terkadang walaupun diucapkan secara tidak serius atau bercanda, body shaming tetap terasa menyakitkan.Mengapa Seseorang Melakukan Body Shaming?Body shaming adalah tindakan meledek atau menghina fisik seseorang.

Menurut psikolog Tara de Thouars, BA, M.psi., ada hubungan mengenai perilaku body shaming dengan sifat seseorang.


Psikolog wanita lulusan University of Queensland ini melihat dari sisi psikologis dan menjelaskan bagaimana sesungguhnya kepribadian pelaku body shaming.

Berikut ini 2 sifat para pelaku body shaming menurut Tara.

1.

Orang Yang Merasa Kurang

Menurut psikolog wanita ini, orang yang menjalani body shaming adalah orang yang sebenarnya penuh ketakutan akan dirinya sendiri.

Mereka menganggap dirinya kurang sehingga mereka akan merasa lebih baik setelah menjatuhkan orang lain.

"Pelaku body shaming adalah orang yang insecure, dia merasa kurang akan dirinya sehingga dia merasa harus menjatuhkan orang lain," kata Tara.

2.

Orang Dengan Banyak Kemarahan

"Selain insecure, pelaku body shaming juga memiliki banyak anger, banyak kemarahan tentang dirinya sendiri, tentang lingkungannya, tentang situasi di sekelilingnya sehingga dia ingin mengeluarkan agresinya kepada orang lain.

Karena body shaming adalah perilaku agresi, meledek orang, membully orang," kata Tara.

Tara juga mengatakan bahwa tidak semua perkataan yang dikatakan oleh pelaku adalah hal yang benar.

Hinaan yang mereka berikan hanya sebatas untuk membuat diri mereka merasa lebih baik.

Oleh sebab itu, kita tidak perlu terpengaruh dengan kata-kata hinaan tersebut.Kapan Seseorang Bisa Disebut Melakukan Body Shaming?Perilaku body shaming sendiri ternyata banyak bentuknya.

Tak hanya dengan cara frontal sesuai mengejek atau berkomentar negatif mengenai bentuk tubuh saja.

Berikut ini beberapa ciri-ciri seseorang dapat disebut telah menjalani body shaming.

Mengungkapkan Keprihatinan Terhadap Bentuk Tubuh Seseorang

Ungkapan sesuai, "Punya badan jangan terlalu gemuk, nanti dapat kena diabetes" atau "Coba diet supaya badan kamu lebih sehat dan nggak gampang sakit," mungkin terkesan menunjukkan kepedulian atau perhatian.

Tapi sebenarnya itu masuk kategori body shaming secara tak langsung.

"Beranggapan bahwa seseorang yang kelebihan berat badan itu tidak sehat, dietnya asal-asalan atau malas adalah sebuah prasangka dan ketidakpekaan.


Mungkin saja mereka mengalami gangguan kesehatan, dan sebenarnya sudah menjalani gaya hidup sehat.

Tapi kan mereka tidak harus memberitahumu tentang itu.

Kecuali mereka membahasnya lebih dulu, kamu harus berhenti tanya-tanya," ujar Darrell Freeman, pendiri brand pakaian plus-size CurveWOW, sesuai dikutip dari Independent.

Ekspresi Kaget Ketika Ada Orang Gemuk Olahraga

Berakting terkejut atau bahkan memberi selamat ketika tahu orang yang kelebihan berat badan berolahraga, tanpa disadari adalah sebuah bentuk body shaming atau lebih spesifiknya, fat shaming.

Orang gemuk atau kelebihan berat badan masih tetap dapat berolahraga dan menjalani berbagai aktivitas intens.

Maka sebaiknya jangan memberi selamat atau berlaku kaget saat temanmu yang kelebihan berat badan memutuskan untuk olahraga demi kesehatannya.

Memberi Saran Soal Pakai Baju

Menyarankan teman bagaimana dia harus berpakaian agar terlihat lebih langsing atau nyaman beraktivitas bukannya membantu, tapi justru sebuah praktik body shaming yang mungkin dapat membuat tersinggung.

Kecuali dia sendiri yang meminta saran berbusana dari kamu.

"Dengan begitu menyiratkan bahwa mereka tidak dapat memakai baju tertentu dan harus berbusana dengan cara-cara tertentu sesuai ukuran tubuh mereka.

Boleh saja bersikap jujur dan membantu tapi jangan kamu yang memutuskan apa yang boleh dan tidak untuk dia pakai," tambah Darrell.

Menghakimi Cara Diet Seseorang

Apa yang orang ingin pakai, lakukan atau makan, adalah hak dan kebebasan mereka, terlepas dari apakah itu baik atau tidak bagi mereka.

Bukanlah tempat bagi kamu untuk memutuskan apakah orang gemuk harus makan yoghurt atau es krim.

"Bagaimana orang dapat merasa bahagia dan percaya diri jika mereka terus-terusan ditekan untuk diet menurunkan berat badan?" kata Darrell.

Pujian yang Tidak Pada Tempatnya

"Wow, kamu cantik yang sekarang.

Berat badanmu turun berapa kilo?"

"Kamu nggak gemuk kok, kamu cantik."

Sekilas dua kalimat di atas terkesan sesuai memuji.

Tapi komentar yang tampaknya 'positif' itu justru dapat dianggap sebaliknya.

Dengan mengatakan 'kamu nggak gemuk, kamu cantik,' menyiratkan bahwa bertubuh gemuk itu memang sesuatu yang tidak baik.

Artinya, 'seseorang tidak dapat bertubuh gemuk dan dianggap cantik'.

Padahal kasusnya tidak selalu sesuai itu.

Seseorang dapat terlihat cantik dan bertubuh gemuk di saat yang bersamaan.

Skinny Shaming

Body shaming tidak hanya terjadi pada orang gemuk, tapi juga kurus.

Perlu diingat, mengomentari tubuh orang dengan 'terlalu kurus', 'kurang gizi' atau 'banyak makan supaya sehat' juga merupakan bentuk body shaming.

Sebelum berkomentar atau mengejek tubuh seseorang terlalu kurus atau ceking, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui.

Sebagian orang memiliki metabolisme tubuh yang cepat sehingga sulit bagi mereka untuk naik berat badan.

Ada pula yang memang suka berolahraga hampir setiap hari sehingga tubuh mereka selalu terlihat kurus, dan mungkin juga karena mengalami gangguan pola makan dan sedang menjalani perawatan intensif.

Kamu tidak akan pernah tahu, dan tidak perlu tahu jika mereka memang tidak ingin membeberkannya.

Kamu Lumayan Cantik untuk Ukuran...

"Kamu lumayan cantik ya untuk ukuran orang gemuk.

Orang yang kulitnya hitam.

Orang Asia.

Orang kurus."

Perkataan sesuai itu menunjukkan kalau standar kamu terhadap istilah 'cantik' sangatlah dangkal.

Cantik bukan hanya milik wanita bertubuh ramping, berkulit putih atau berambut hitam-lurus.

Tapi kecantikan dapat datang dalam berbagai bentuk, warna kulit dan ukuran tubuh.Bagaimana Cara Melawan Body Shaming?Perilaku body shaming tidak dapat ditoleransi dan dapat merugikan orang lain.

Oleh karena itu perilaku tersebut harus dimusnahkan.

Berikut ini beberapa cara melawan body shaming.

Menerima Ketidaksempurnaan yang Dimiliki

Memandang tubuh dengan pandangan yang positif.

Agar demikian, kamu perlu untuk menerima ketidaksempurnaan yang kamu miliki dan selalu merasa puas dengan diri serta penampilanmu.

Dengan demikian, tidak ada penilaian buruk mengenai penampilan dirimu yang akan menjatuhkanmu.

Pertahankan Hubungan yang Sehat

Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang dapat membekali pengaruh positif dan selalu menerimamu apa adanya.

Bukan orang-orang yang memaksamu untuk mengikuti standar kecantikan di masyarakat yang terkadang bahkan tidak masuk akal.

Didik Pelaku Body Shaming

Jika kamu menemukan orang-orang yang sering menjalani body shaming maka didik dan ajari mereka.

Bicarakan dengan baik bahwa perilaku tersebut tak dapat ditoleransi dan merugikan orang lain.

(vio/vio)

(DET)

Total dibaca: 197x | Berikan Komentar!


Oleh: Bambang Pamungkas
Tech Enthusiast

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Topik Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

GOSIP HANGAT!

Bagaimana Bisa? Ramalan Zodiak Cinta 28 Juni 2021: Aries Jangan Gengsi, Virgo Bersikap Dewasa