Jago Lagu
Jago Lagu

Parah! 5 Cara Mendidik Anak agar Memiliki Karakter Jujur sejak Dini

Parah! 5 Cara Mendidik Anak agar Memiliki Karakter Jujur sejak Dini

Parah! 5 Cara Mendidik Anak agar Memiliki Karakter Jujur sejak Dini (Fimela)

CIWI.MY.ID - “Honesty is the first chapter of the book of wisdom,” begitulah quote tentang kejujuran yang paling sering kita dengar. Maka dari itu, kejujuran harus dilatih sejak dini.

Melatih kejujuran pada anak sejak dini perlu dilakukan agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik dan dapat dipercaya semua orang. Alangkah baiknya bila orangtua juga sudah mulai mendidik anak demi membangun karakter jujur dalam diri anak sejak dini. 

TERKAIT: 6 Hal Sederhana yang Perlu Dilakukan Orangtua Saat Mendidik Anak Sejak Dini

Parah! 5 Cara Mendidik Anak agar Memiliki Karakter Jujur sejak Dini


TERKAIT: Cara Mengajarkan Anak agar Dapat Bertoleransi Sejak Dini

TERKAIT: 8 Cara Membesarkan Anak yang Tidak Manja dan Menghargai Kehidupan

Anak-anak dapat menjalani kebohongan untuk menghindari masalah, menghindari menyakiti perasaan orang lain, atau bahkan membuat diri mereka terlihat lebih baik.  Sehingga, penting bagi orangtua untuk mendidik membangun karakter anak yang jujur pada anak sehingga kebiasaan tersebut terbawa hingga usianya dewasa. 

Maka dari itu, anak-anak tersebut jauh lebih mungkin untuk mengatakan yang sebenarnya. “Anak-anak membutuhkan contoh bagaimana berperilaku dalam situasi di mana berbohong mungkin lebih mudah. Sehingga, perlu bagi orangtua untuk menceritakan cerita atau hal-hal positif yang dapat mendorongnya untuk senantiasa berperilaku baik dan jujur kepada semua orang di segala situasi,” ujar Talwar dikutip dari Greatschools.org. 

Minta Janji


Jika kamu membutuhkan jawaban langsung tentang sesuatu yang kamu khawatirkan, sesuai insiden di sekolah. Mintalah anak berjanji untuk mengatakan yang sebenarnya kepadamu sebelum kamu mengajukan pertanyaan kepada mereka. Berdasarkan penelitian, hal ini akan meningkatkan kemungkinan bahwa mereka akan berkata jujur kepadamu. 


Tetapi, perhatikan bahwa strategi ini bukanlah jaminan. Kamu harus menggunakannya dalam situasi tertentu saja agar anak tidak memanfaatkan momen tersebut untuk berbohong meskipun sudah berjanji sebelumnya. 

Carilah kesempatan untuk membuat anak merasa senang dengan hal itu, sehingga mereka dapat diandalkan dan menjadi dapat dipercaya. 

Ajarkan Kebijaksanaan

Anak-anak belajar sejak dini dari orangtua mereka bagaimana cara berbohong demi kesopanan atau untuk menghindari menyakiti perasaan seseorang. Misalnya, “Terima kasih, buku ini terlihat menarik,” alih-alih mengatakan, “Saya sudah memiliki buku ini!”, atau “Saya tidak dapat bermain denganmu,” alih-alih “Saya tidak suka bermain denganmu,”. 


Ia menjelaskan bahwa orangtua harus lebih banyak menjalani diskusi dengan anak, bukannya memberi ceramah kepada anak-anaknya seolah-olah orangtua tahu segalanya. Dengan bersikap lebih tenang, akan memberikan hasil yang lebih positif. 

Duffy merekomendasikan untuk mendiskusikan masalah kejujuran dan kebohongan secara terbuka dengan anak. Katakan sesuatu sesuai “Kami ingin kamu merasa bebas untuk jujur dengan kami, terlepas dari apa yang kamu katakan,” maka anak akan merespons dengan baik jenis komunikasi ini. 


Penulis: Chrisstella Efivania#ElevateWomen

(FIM)

Total dibaca: 31x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: Ayuk Kamila
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Topik Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

GOSIP HANGAT!

Harus Tahu Most Popular: Gaya Seksi Jennifer Lopez Saat Mesra dengan Ben Affleck